Mengapa Pasien Jantung Tidak Boleh Mengejan?





Jantungparu.blogspot.com - Sering kita mengetahui sendiri pasien-pasien dengan kelainan jantung yang dirawat di rumah sakit tidak boleh pergi ke kamar mandi sendirian. Pasien disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik termasuk dalam urusan buang air besar maupun buang air kecil harus dilakukan ditempat tidur. Lalu kira-kira apa yang menyebabkan dokter melarang hal tersebut?

sakit jantung tidak boleh mengejan


Mengejan Meningkatkan Beban Jantung

Perawatan pasien dengan penyakit jantung berbeda dengan pasien biasa pada umumnya. Pasien dengan penyakit jantung akan cenderung merasakan sesak apabila beraktivitas. Selama perawatan di rumah sakit, pasien dengan sakit jantung harus melakukan segala sesuatunya di atas kamar tidur. Tujuannya adalah untuk membatasi aktivitas sehingga jantung tidak terbebani aktivitas.

Kejadian yang sering terjadi, pasien dengan riwayat sakit jantung pergi ke kamar mandi sendiri untuk BAB (buang air besar) namun di kamar mandi ternyata pasien mengalami serangan jantung. Hal ini disebabkan karena proses mengejan saat BAB memicu kerja jantung berlebih sehingga dapat terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian di kamar mandi.

Perlu kita ketahui, bahwa pasien dengan sakit jantung khususnya yang tipe penyakit gagal jantung, hampir seluruhnya terdapat keluhan sesak baik saat beraktivitas maupun saat istirahat, berbeda sesuai dengan derajat penyakitnya.

Pada saat aktivitas fisik, kebutuhan oksigen pada jaringan tubuh meningkat. Oleh karena itu, jantung memompa darah lebih banyak daripada biasanya. Itu artinya jantung bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

Pada pasien yang sudah mempunyai kelainan jantung, baik berupa gagal jantung, kelainan katup jantung, penyakit jantung koroner, infark otot jantung dan lain sebagainya, biasanya sudah terdapat kelainan anatomis jantung, sehingga kontraksi jantung tidak optimal. Kondisi ini akan memaksa jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Nah apabila kondisi ini tidak bisa dikompensasi oleh jantung, maka bisa terjadi serangan jantung yang berujung pada kematian.

Lalu bagaimana dengan mengejan? apakah mengejan juga merupakan suatu aktivitas berat yang berbahaya bagi jantung?

Perlu kita ketahui bahwa mengejan adalah proses yang mengakibatkan pengeluaran feses dari dalam tubuh. Dengan mengejan, kotoran akan lebih mudah keluar. Cara mengejan biasanya dengan mengkontraksikan otot-otot perut sehingga tekanan intra abdomen meningkat. Peningkatan tekanan intra abdomen ini dapat mengakibatkan aliran darah ke jantung melambat, sehingga jantung secara tidak langsung jantung menjadi kekurangan darah. Karena kekurangan inilah kondisi jantung bisa sewaktu waktu berubah menjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian.

Hindari Makanan Penyebab Feses Keras Pada Penderita Sakit Jantung

Kesimpulannya, pasien dengan penyakit jantung boleh tetap mengejan, namun diharapkan tetap berhati-hati. Bila penyakit jantungnya sudah stadium lanjut atau berat, alangkah baiknya kurangi mengejan. Dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa mengurangi efek mengejan. Selain itu pasien dengan penyakit jantung disarankan makan-makanan yang berserat agak feses tidak keras sehingga proses mengejan tidak terlalu berat. Selain itu, makanan berserat juga dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Ini baik untuk penderita penyakit jantung.

Demikian penjelasan singkat Mengapa Pasien dengan Penyakit jantung tidak boleh mengejan. Semoga bermanfaat

0 Response to "Mengapa Pasien Jantung Tidak Boleh Mengejan?"

Post a Comment

Kometar akan dimoderasi dahulu.
Pergunakan kata-kata yang baik dan sopan
Komentar berupa pertanyaan akan dijawab langsung oleh dokter